Implementasi Model Phenomenon-Based Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa terhadap Isu Sosial

Authors

  • Danny Yonathan Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup Karanganyar Author

DOI:

https://doi.org/10.66429/tg29pd54

Keywords:

Phenomenon-Based Learning, Pendidikan Agama Kristen, berpikir kritis, isu sosial, pembelajaran kontekstual

Abstract

Perkembangan masyarakat digital menghadirkan berbagai isu sosial, seperti cyberbullying, penyebaran hoaks, intoleransi, kerusakan lingkungan, dan krisis moral yang menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis serta kemampuan mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai etis. Namun, pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) masih sering berorientasi pada penyampaian materi secara kognitif sehingga belum sepenuhnya mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam merespons persoalan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi Phenomenon-Based Learning (PhBL) dalam pembelajaran PAK serta menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menghadapi isu-isu sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari artikel ilmiah bereputasi yang terindeks Scopus, SINTA, dan Google Scholar, serta buku-buku akademik yang relevan, dengan prioritas publikasi periode 2018–2026 yang memiliki Digital Object Identifier (DOI). Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis yang meliputi identifikasi, reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis temuan dari berbagai sumber. Hasil kajian menunjukkan bahwa Phenomenon-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik melalui pemanfaatan fenomena sosial sebagai sumber belajar. Implementasi model ini dalam PAK mendorong siswa menghubungkan prinsip-prinsip Alkitab dengan realitas kehidupan, mengembangkan kemampuan menganalisis masalah, mengevaluasi informasi secara kritis, menyusun argumentasi berdasarkan bukti dan nilai-nilai biblika, serta merumuskan solusi yang bertanggung jawab. Dengan demikian, Phenomenon-Based Learning merupakan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memperkuat pembentukan karakter Kristiani sehingga layak diimplementasikan sebagai pendekatan inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adipat, Surattana. “Transcending Traditional Paradigms: The Multifaceted Realm of Phenomenon-Based Learning.” Frontiers in Education 9 (2024): 1346403. https://doi.org/10.3389/feduc.2024.1346403.

Anisa, Desy, Deni Kurniawan, and Munir. “Phenomenon-Based Learning: A Bibliometric Analysis towards Future-Ready Education.” Curricula: Journal of Curriculum Development 5, no. 1 (2025). https://doi.org/10.17509/curricula.v5i1.93737.

———. “Phenomenon-Based Learning: A Bibliometric Analysis Towards Future-Ready Education.” Curricula: Journal of Curriculum Development 5, no. 1 (2026). https://doi.org/10.17509/curricula.v5i1.93737.

Arifianto, Yonatan Alex. “Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pendidikan Etis-Teologis Mengatasi Dekadensi Moral Di Tengah Era Disrupsi.” Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 6, no. 1 (2021): 45–59. https://doi.org/10.33541/rfidei.v6i1.84.

Candra, T. P. (2023). Erosi Memori Spasial Studi Komparatif Tingkat Retensi Hafalan Ayat Alkitab Antara Pengguna Aplikasi Smartphone dan Alkitab Cetak pada Remaja. Journal of Digital Innovation and Social Research, 2(1). https://journal.ptmpd.com/index.php/jdisr/article/view/7

Candra, T. P. (2025). Transformasi Pedagogi PAK Berbasis Diakonia di Era Society 5.0. Journal of Digital Innovation and Social Research, 4(2). https://journal.ptmpd.com/index.php/jdisr/article/view/31

Cohen, Louis, Lawrence Manion, and Keith Morrison. Research Methods in Education. 8th ed. London: Routledge, 2018.

Hmelo-Silver, Cindy E. “Problem-Based Learning: What and How Do Students Learn?” Educational Psychology Review 16, no. 3 (2004): 235–66. https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3.

Lonka, Kirsti, Kirsti Hahl, Minna Juuti, Jari Lavonen, Anna Rajala, Katariina Salmela-Aro, and Kai Hakkarainen. Phenomenal Learning from Finland. Cham: Springer, 2018. https://doi.org/10.1007/978-3-319-98572-5.

Oktobianti, Andi Anisa, and others. “The Influence of Phenomenon-Based Learning on Students’ Critical Thinking and Communication Skills.” Jurnal Penelitian Pendidikan IPA 12, no. 5 (2026). https://doi.org/10.29303/jppipa.v12i5.14781.

Saisaard, S, and S Satjapiboon. “Effects of Using Phenomenon-Based Learning along with CAMPER Critical Questions on Critical Reading Ability and Critical Thinking Ability.” An Online Journal of Education 20, no. 1 (2025). https://doi.org/10.14456/ojed.2025.5.

Tongsakul, Jongyung. “Approaches and Techniques of Phenomenon-Based Learning: PheBL.” Journal of Education and Learning Reviews 2, no. 1 (2025). https://doi.org/10.60027/jelr.2025.790.

Trilling, Bernie, and Charles Fadel. 21st Century Skills: Learning for Life in Our Times. San Francisco, CA: Jossey-Bass, 2009.

Tumilantouw, K G, and Lindawati. “Model Pembelajaran Inkuiri Yurisprudensi Untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Pada Pelajaran Pendidikan Agama Kristen.” Diligentia 7, no. 1 (2024). https://doi.org/10.19166/dil.v7i1.9294.

UNESCO. Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education. Paris: UNESCO, 2021. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000379707.

Downloads

Published

2026-05-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Yonathan, D. (2026). Implementasi Model Phenomenon-Based Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa terhadap Isu Sosial. Jurnal Therapeuo Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(1). https://doi.org/10.66429/tg29pd54

Similar Articles

1-10 of 14

You may also start an advanced similarity search for this article.