Rekonstruksi Makna "Ewuh Pakewuh" dalam Kepemimpinan Gereja Antara Kesantunan Timur dan Transparansi Alkitabiah

Penulis

  • Theo Pilus Candra Penulis

Kata Kunci:

akuntabilitas gereja, budaya jawa, etika pastoral, ewuh pakewuh, kepemimpinan hamba

Abstrak

Dalam lanskap gereja di Indonesia, khususnya di Jawa, nilai budaya "ewuh pakewuh" (rasa sungkan atau segan) memegang peranan vital dalam menjaga harmoni sosial. Namun, dalam praktik manajemen gerejawi, nilai luhur ini sering kali mengalami distorsi menjadi penghambat utama bagi transparansi dan akuntabilitas. Fenomena "diam seribu bahasa" saat melihat penyimpangan rekan sekerja sering terjadi atas nama menjaga perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi makna ewuh pakewuh agar relevan dengan prinsip transparansi Alkitabiah tanpa kehilangan akar budaya ketimuran. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etno-teologi, penelitian ini mempertemukan teks budaya Jawa dengan narasi Alkitab mengenai teguran (parrhesia). Hasil penelitian menunjukkan perlunya pergeseran paradigma dari ewuh pakewuh pasif (takut konflik) menjadi ewuh pakewuh profetik (takut akan dosa). Model kepemimpinan "Kesantunan Profetik" diusulkan sebagai jalan tengah, di mana kebenaran disampaikan secara transparan melalui metode komunikasi yang tetap menjunjung tinggi martabat sesama manusia.

Referensi

Anderson, Benedict R.O'G. 2000. Mitologi dan Toleransi Orang Jawa. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Augsburger, David W. 1992. Conflict Mediation Across Cultures: Pathways and Patterns. Louisville: Westminster John Knox Press.

Bruce, F.F. 2015. The Epistle to the Galatians: A Commentary on the Greek Text. Grand Rapids: Eerdmans.

Darmaputera, Eka. 2017. Pancasila, Identitas dan Modernitas: Tinjauan Etis dan Budaya. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Geertz, Clifford. 2014. Agama Jawa: Abangan, Santri, Priyayi dalam Kebudayaan Jawa. Depok: Komunitas Bambu.

Hiebert, Paul G. 2008. Transforming Worldviews: An Anthropological Understanding of How People Change. Grand Rapids: Baker Academic.

Keener, Craig S. 2019. Galatians: A Commentary. Grand Rapids: Baker Academic.

Lencioni, Patrick. 2012. The Advantage: Why Organizational Health Trumps Everything Else. San Francisco: Jossey-Bass.

Magnis-Suseno, Franz. 2003. Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafah tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Mulder, Niels. 2001. Mistisisme Jawa: Ideologi di Indonesia. Yogyakarta: LKiS.

Octavianus, P. 2015. Manajemen dan Kepemimpinan Gereja. Malang: Gandum Mas.

Stott, John R.W. 2018. The Message of Galatians: Only One Way. London: Inter-Varsity Press.

Susanto, Hery. 2021. "Kepemimpinan Kristen yang Melayani dalam Konteks Budaya Jawa." Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 5, no. 2: 120-135.

Tillich, Paul. 1951. Systematic Theology, Vol. 1. Chicago: University of Chicago Press.

Wibowo, Setyo. 2018. "Filsafat Diam: Sebuah Refleksi Fenomenologis." Jurnal Filsafat Driyarkara 32, no. 1: 45-60.

Widjaja, Fransiskus. 2020. "Menuju Teologi Kerukunan yang Transformatif." Jurnal Teologi Jaffray 18, no. 1: 55-70.

Wright, N.T. 2016. Paul and His Recent Interpreters. Minneapolis: Fortress Press.

Yewangoe, A.A. 2014. Iman, Agama dan Masyarakat dalam Negara Pancasila. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Yoder, John Howard. 2009. The Politics of Jesus. Grand Rapids: Eerdmans.

Zaluchu, Sonny Eli. 2020. "Strategi Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama." Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 4, no. 1: 28–38.

Unduhan

Diterbitkan

2023-11-30

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Candra, T. P. (2023). Rekonstruksi Makna "Ewuh Pakewuh" dalam Kepemimpinan Gereja Antara Kesantunan Timur dan Transparansi Alkitabiah. Jurnal Therapeuo Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(2). https://journal.sttgalileaindonesia.ac.id/index.php/therapeuo/article/view/15