Kristologi dan Inkarnasi Sebagai Model Penginjilan
DOI:
https://doi.org/10.66429/daacpj15Keywords:
Kristologi, Inkarnasi, Penginjilan, Missio Dei, KontekstualisasiAbstract
Penginjilan merupakan mandat utama gereja sebagaimana dinyatakan dalam
Amanat Agung (Mat. 28:19–20). Namun, dalam praktiknya penginjilan sering
terjebak pada pendekatan verbalistik yang kurang memperhatikan dimensi relasional,
kontekstual, dan pastoral. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji Kristologi dan
inkarnasi sebagai fondasi teologis sekaligus model penginjilan yang holistik dan
relevan, khususnya dalam konteks gereja di Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif teologis dengan metode studi
kepustakaan terhadap Alkitab, literatur teologi, dan jurnal teologi. Melalui analisis
hermeneutis-teologis, tematis, dan reflektif-kontekstual, penelitian ini menunjukkan
bahwa Kristologi menegaskan Yesus Kristus sebagai Allah sejati dan manusia sejati,
pusat pewahyuan Allah dan kepenuhan keselamatan. Inkarnasi sebagai inti
Kristologi mengungkapkan pola missio Dei yang relasional, kontekstual, dan
partisipatif, di mana Allah hadir secara nyata dalam realitas manusia. Dengan
demikian, inkarnasi menjadi paradigma normatif bagi penginjilan, yang menekankan
kehadiran, empati, solidaritas, dan tindakan kasih sebagai satu kesatuan dengan
pewartaan Injil. Dalam konteks Indonesia yang plural dan multikultural, penginjilan
inkarnasional menjadi pendekatan yang relevan, dialogis, dan transformatif, tanpa
kehilangan kesetiaan pada Injil. Studi ini menegaskan bahwa Kristologi dan
inkarnasi bukan sekadar doktrin iman, melainkan dasar praksis penginjilan gereja
masa kini.
Downloads
References
Alister E. McGrath, Teologi Kristen: Pengantar Sistematik (Jakarta: BPK
Gunung Mulia, 2016).
Andreas A. Yewangoe, “Inkarnasi dan Solidaritas Allah dengan Manusia,”
Jurnal Teologi Proklamasi 7, no. 1 (2015)
Andreas A. Yewangoe, “Keunikan Kristus dalam Konteks Pluralisme,” Jurnal
Ledalero 9, no. 2 (2010)
Andreas A. Yewangoe, “Misi Gereja dalam Konteks Indonesia Majemuk,”
Jurnal Ledalero 16, no. 1 (2017)
Andreas A. Yewangoe, Allah Mengizinkan Manusia Mengalami Diri-Nya
(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018)
19
Arif Wicaksono, “Penginjilan sebagai Kesaksian Hidup,” Jurnal Pelayanan Kristen 6,
no. 1 (2018): 89–104.
Daniel Fajar Panuntun, “Inkarnasi dan Missio Dei dalam Konteks Dunia,”
Jurnal Koinonia 9, no. 1 (2017).
Daniel K. Listijabudi, “Dimensi Kristosentris dalam Soteriologi Perjanjian
Baru,” Jurnal Jaffray 14, no. 1 (2016)
Daniel Sutoyo, “Kristus sebagai Pusat Keselamatan,” Jurnal Teologi Berita Hidup 3,
no. 1 (2020).
David Eko Setiawan, “Inkarnasi Kristus sebagai Dasar Misi Gereja,” Jurnal
Teologi dan Pelayanan Kristiani 4, no. 1 (2020)
Donald Guthrie, Teologi Perjanjian Baru 1: Allah, Manusia, Kristus (Jakarta:
BPK Gunung Mulia, 2013).
Ebenhaizer I. Nuban Timo, “Penginjilan Kontekstual sebagai Panggilan
Gereja,” Jurnal Theologia in Loco 2, no. 1 (2020)
Ebenhaizer Nuban Timo, “Kontekstualisasi Injil di Indonesia,” Jurnal Ledalero 12,
no. 1 (2013): 65.
Eka Darmaputera, “Kontekstualisasi Injil dalam Masyarakat Majemuk
Indonesia,” Jurnal Teologi Indonesia 5, no. 2 (2013)
Eka Darmaputera, Pergulatan Kehadiran Kristen di Indonesia (Jakarta: BPK
Gunung Mulia, 2005)
Ferry Y. Mamahit, “Kristologi dan Signifikansinya bagi Pemberitaan Injil,”
Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 18, no. 1 (2019)
Ferry Yang, “Pastoral Kontekstual dan Tantangan Gereja Indonesia,” Jurnal
Teologi Injili Indonesia 2, no. 1 (2020): 45–62.
Gerald O’Collins, Kristologi: Suatu Pengantar (Yogyakarta: Kanisius, 2002).
H. Groome, Teologi Kristen Kontemporer (Yogyakarta: Kanisius, 2010).
20
Hadiwijono, “Kristologi dalam Teologi Perjanjian Baru,” Veritas 12, no. 1 (2011)
Harls Evan R. Siahaan, “Model Penginjilan Kontekstual dalam Masyarakat
Plural,” KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. 1 (2020)
Harun Hadiwijono, “Kristologi dalam Teologi Perjanjian Baru,” Veritas 12, no.
1 (2011).
Harun Hadiwijono, “Kristologi dan Pengakuan Iman Gereja,” Jurnal Teologi
Gema Duta Wacana 34, no. 1 (2010)
Harun Hadiwijono, “Kristologi Perjanjian Baru dan Maknanya bagi Iman
Kristen,” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 12, no. 1 (2011)
Harun Hadiwijono, Iman Kristen (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2012).
I Made Marthana Yusa, “Kenosis Kristus dalam Perspektif Teologi Misi,” Jurnal
Jaffray 15, no. 2 (2017): 145–162.
Ibid., 68.
Illard J. Erickson, Teologi Kristen, vol. 2 (Malang: Gandum Mas, 2015)
John Stott, Salib Kristus (Surabaya: Momentum, 2007), hlm. 49–50
Johny Christian Ruhulessin, “Pelayanan Pastoral sebagai Wujud Misi
Inkarnasional,” Gema Teologika 4, no. 1 (2019)
Johny Christian Ruhulessin, “Pelayanan Yesus sebagai Model Pastoral,”
Gema Teologika 4, no. 1 (2019): 55–72.o
Jürgen Moltmann, Allah dalam Penciptaan (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004)
Karl Barth, Dogmatika Gereja (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008)
L.Ch. Abineno, Pokok-Pokok Penting dari Iman Kristen (Jakarta: BPK Gunung
Mulia, 2011).
Louis Berkhof, Teologi Sistematika: Doktrin Kristus (Surabaya: Momentum,
2011).
21
Paul Enns, The Moody Handbook of Theology (Malang: SAAT, 2014).
Paulus Purwoto, “Kenosis Kristus dan Implikasinya,” Jurnal Veritas Lux Mea 2,
no. 1 (2018)
Paulus Purwoto, “Yesus dan Pendekatan Kontekstual,” Jurnal Teologi
Praktika 1, no. 2 (2019): 22.
Robert P. Borrong, “Teologi Kontekstual dan Tantangan Budaya Lokal,”
Jurnal Amanat Agung 14, no. 1 (201Johny Christian Ruhulessin, “Pelayanan
Pastoral sebagai Wujud Misi Inkarnasional,” Gema Teologika 4, no. 1 (2019): 55
72.8)
Simon Rachmadi, “Dialog dan Kesaksian Kristen dalam Masyarakat Plural,”
Gema Teologika 5, no. 2 (2020): 181–198.
Stephen Tong, Siapakah Kristus? (Surabaya: Momentum, 2005), 88.
Stevri I. Lumintang, “Gereja Inkarnasional,” Jurnal Teologi Reformed 5, no. 1
(2016)
Stevri I. Lumintang, “Inkarnasi Kristus dan Signifikansinya bagi Keselamatan,”
Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 13, no. 1 (2012)
Susanta, “Makna Teologis Yohanes 1:14,” Jurnal Teologi 6, no. 1 (2017).
Sutoyo, “Kristus sebagai Pusat Keselamatan,
Tomatala, “Penginjilan Holistik
Y. M. Setiawan, “Inkarnasi sebagai Pusat Pewahyuan Allah,” Jurnal Jaffray 15,
no. 2 (2017)
Yakob Tomatala, “Penginjilan Holistik,” Jurnal Missio Ecclesiae 4, no. 2 (2015)
Yewangoe, “Keunikan Kristus,” 210.
Yohanes Krismantyo Susanta, “Makna Kenosis Kristus dalam Filipi 2:6–11
dan Relevansinya bagi Kehidupan Gereja,” Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan
18, no. 2 (2019)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Martinus Loghe Bondi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles published in Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen are licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). This license permits anyone to copy, redistribute, remix, transmit, and adapt the work, provided the original work and source are appropriately cited.
Jurnal ini menyediakan akses terbuka langsung ke kontennya dengan prinsip bahwa membuat penelitian tersedia secara gratis untuk publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar.
Artikel yang diterbitkan di Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Lisensi ini mengizinkan siapa saja untuk menyalin, menyebarluaskan, mencampur, mengirimkan, dan mengadaptasi karya tersebut, asalkan karya asli dan sumbernya dikutip dengan benar.





