Analisis Hukum Kanonik Gereja dan Dampak Psikososial Terhadap Formasi Iman Anak dalam Fenomena Pernikahan Beda Agama
Kata Kunci:
Pernikahan beda agama, hukum kanonik, disparitas cultus, formasi iman anak, psikologi agamaAbstrak
Fenomena pernikahan beda agama di Indonesia merupakan realitas sosiologis yang kompleks, berada di persimpangan antara hak asasi manusia, hukum negara, dan doktrin gereja. Gereja menghadapi dilema teologis antara mempertahankan kemurnian iman (purity of faith) dan realitas pluralitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pernikahan beda agama dari perspektif Hukum Kanonik (dan tata gereja protestan) serta mengevaluasi dampak psikososialnya terhadap perkembangan spiritual anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka interdisipliner (teologi-yuridis dan psikologi). Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara yuridis, gereja memandang pernikahan beda agama (mixta religio dan disparitas cultus) sebagai halangan yang membutuhkan dispensasi ketat demi menjaga iman pihak Katolik/Kristen. Secara psikososial, anak-anak dari pernikahan campur rentan mengalami ambivalensi religius dan kebingungan identitas jika tidak ada kesepakatan pola asuh rohani yang jelas. Formasi iman anak menjadi medan pertarungan nilai yang sering kali berujung pada indiferentisme (sikap acuh tak acuh) terhadap agama. Oleh karena itu, gereja didesak untuk merevitalisasi pendampingan pastoral pra-nikah yang realistis dan katekisasi keluarga yang kokoh.
Referensi
Buku Hukum Gereja, Hukum Negara & Dokumen Resmi
Gereja Katolik. Kitab Hukum Kanonik (Codex Iuris Canonici) Edisi Resmi Bahasa Indonesia. Jakarta: KWI & Obor, 2006.
Hakh, Samuel B. Hukum Perkawinan Kristen: Tinjauan Teologis-Yuridis. Bandung: Jurnal Info Media, 2019.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat yang Berbeda Agama dan Kepercayaan. Jakarta: Mahkamah Agung RI, 2023.
Subekti, R. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Intermasa, 2005.
Witte, John Jr. From Sacrament to Contract: Marriage, Religion, and Law in the Western Tradition. Louisville: Westminster John Knox Press, 1997.
Buku Psikologi Perkembangan & Formasi Iman
Erikson, Erik H. Identity: Youth and Crisis. New York: W.W. Norton & Company, 1968.
Fowler, James W. Stages of Faith: The Psychology of Human Development and the Quest for Meaning. San Francisco: Harper & Row, 1981.
Granqvist, Pehr. Attachment in Religion and Spirituality: A Wider View. New York: Guilford Press, 2020.
Buku Teologi Pastoral & Spiritualitas
Maier, David. The Unequal Yoke: A Pastoral Guide to Interfaith Marriage. St. Louis: Concordia Publishing House, 2015.
Rupnik, Marko Ivan. Discernment: Acquiring the Heart of God. Boston: Pauline Books, 2018.
Jurnal Teologi & Artikel Ilmiah (2020–2024)
Nainggolan, Alon Mandimpu. "Dilema Teologis Pernikahan Beda Agama: Analisis Eksegetis 2 Korintus 6:14-18." KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 7, no. 1 (2021): 88-102.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Theo Pilus Candra (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Pengguna bebas untuk menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang materi ini dalam media atau format apa pun, selama mencantumkan nama penulis dan sumber asli, serta mendistribusikan karya turunan di bawah lisensi yang sama.

