Tinjauan Eklesiologis Lukas 14:12-24 dalam Membangun Pelayanan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Kata Kunci:
Eklesiologi inklusif, teologi disabilitas, Lukas 14, perjamuan besar, anankason, koinoniaAbstrak
Gereja sering kali terjebak dalam model pelayanan disabilitas yang bersifat karitatif (belas kasihan) dan paternalistik, bukan partisipatoris. Penyandang disabilitas kerap dipandang sebagai objek pelayanan semata, bukan subjek yang utuh dalam koinonia (persekutuan). Penelitian ini bertujuan merekonstruksi eklesiologi inklusif melalui eksegesis mendalam terhadap Lukas 14:12-24 (Perumpamaan Perjamuan Besar). Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan hermeneutik biblika, penelitian ini menelusuri makna teologis dan sosiologis dari konsep "mengundang" dan "memaksa" dalam konteks budaya makan Yahudi abad pertama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Lukas 14 menuntut pergeseran paradigma fundamental gereja: dari asas resiprositas (reciprocity) menuju keramahtamahan radikal (radical hospitality). Kehadiran penyandang disabilitas—miskin, cacat, lumpuh, dan buta—bukanlah opsi tambahan (add-on) bagi program gereja, melainkan elemen konstitutif yang menandakan kepenuhan Kerajaan Allah. Gereja yang secara sistematis meniadakan mereka adalah gereja yang "cacat" secara teologis karena gagal mencerminkan hakekat tubuh Kristus yang sejati.
Referensi
Buku Teks & Tafsir Alkitab (Injil Lukas & Konteks)
Bailey, Kenneth E. Jesus Through Middle Eastern Eyes: Cultural Studies in the Gospels. Downers Grove: IVP Academic, 2008.
Bock, Darrell L. Luke: 9:51–24:53. Baker Exegetical Commentary on the New Testament. Grand Rapids: Baker Academic, 1996
Green, Joel B. The Gospel of Luke. The New International Commentary on the New Testament. Grand Rapids: Eerdmans, 1997.
Neyrey, Jerome H. The Social World of Luke-Acts: Models for Interpretation. Peabody: Hendrickson, 1991
Vermes, Geza. The Complete Dead Sea Scrolls in English. New York: Penguin Books, 1997.
Buku Teologi Disabilitas & Eklesiologi
Eiesland, Nancy L. The Disabled God: Toward a Liberatory Theology of Disability. Nashville: Abingdon Press, 1994.
Reynolds, Thomas E. Vulnerable Communion: A Theology of Disability and Hospitality. Grand Rapids: Brazos Press, 2008.
Yong, Amos. Theology and Down Syndrome: Reimagining Disability in Late Modernity. Waco: Baylor University Press, 2007.
Jurnal Teologi & Artikel Ilmiah Indonesia (2020–2024)
Hutagalung, Stimson. "Spiritualitas Disabilitas: Menemukan Wajah Allah dalam Keterbatasan." Jurnal Teologi & Pendidikan Kristen Kontekstual 3, no. 1 (2020): 45-60.
Siahaya, Johannis. "Menuju Gereja Inklusif: Tinjauan Teologis Lukas 14:15-24." KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 8, no. 2 (2022): 210-225.
Swinton, John. "The Body of Christ Has Down’s Syndrome: Theological Reflections on Vulnerability, Disability, and Graceful Communities." Journal of Pastoral Theology 13, no. 2 (2003): 66-78.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Theo Pilus Candra (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Pengguna bebas untuk menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang materi ini dalam media atau format apa pun, selama mencantumkan nama penulis dan sumber asli, serta mendistribusikan karya turunan di bawah lisensi yang sama.

