Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Kristen Permisif Terhadap Kesehatan Mental Anak Generasi Alpha
DOI:
https://doi.org/10.66429/5d7bqf20Keywords:
Generasi Alpha, Kesehatan Mental, Pola Asuh Permisif Kristen, Regulasi Emosi, Teologi PengasuhanAbstract
Pola asuh permisif dalam keluarga Kristen modern sering kali menyalahartikan konsep kasih karunia (grace) sebagai kebebasan tanpa batas, yang berisiko memicu krisis kesehatan mental bagi Generasi Alpha selaku digital native. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi teologis orang tua Kristen di balik penerapan pola asuh permisif serta menganalisis manifestasi dampaknya terhadap kesehatan mental anak Generasi Alpha. Melalui teknik purposive sampling, data dihimpun dari 15 keluarga Kristen urban yang memiliki anak usia sekolah (8–15 tahun) menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian mengungkap adanya distorsi teologis akut, di mana orang tua memisahkan aspek kasih dari pendisiplinan alkitabiah, serta menggunakan gawai sebagai penenang elektronik (gadget as a pacifier) untuk menghindari konflik. Dampaknya pada kesehatan mental anak menunjukkan ketiadaan kapasitas regulasi emosi, tingginya egosentrisme, dan rendahnya ketahanan mental (resilience). Anak-anak menjadi rentan mengalami gangguan kecemasan dan frustrasi ekstrem saat menghadapi tekanan di luar rumah karena tidak terbiasa dengan penundaan kepuasan (delayed gratification). Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya reformasi pola asuh Kristen menuju model otoritatif yang mengintegrasikan secara seimbang antara grace (kasih karunia) dan truth (kebenaran) demi memulihkan kesehatan mental generasi digital.
Downloads
References
Arendra, D., & Candra, T. P. (2022). Analisis Teologis-Pastoral Fenomena Quarter-Life Crisis pada Pemuda Gereja Masa Kini. Journal of Digital Innovation and Social Research, 1(1).
Barna Group. “Guiding Children Spiritually in a Digital Age.” Ventura, CA: Barna Group, 2021.
Dwiputra, A, and B Santoso. “Pengaruh Regulasi Emosi Yang Rendah Terhadap Kecenderungan Depresi Pada Anak Usia Sekolah.” Jurnal Psikologi Teoretis Dan Terapan 13, no. 2 (2022): 145–58.
Hutapea, R. “Menumbuhkan Resiliensi Pada Anak Generasi Alpha: Tantangan Keluarga Kristen Modern.” Jurnal Konseling Kristen 5, no. 2 (2023): 89–101.
Lestari, S, and H Budiman. “Durasi Penggunaan Gawai, Kualitas Tidur, Dan Dampaknya Pada Kecemasan Anak.” Jurnal Kesehatan Mental Indonesia 4, no. 3 (2024): 210–22.
Manurung, J. “Pentingnya Jangkar Spiritual Dalam Pencegahan Gangguan Kecemasan Pada Remaja.” Jurnal Agama Dan Masyarakat 18, no. 1 (2021): 12–25.
Pranoto, S, and M Wijaya. “Reinterpretasi Amsal 22:6 Dalam Konteks Pengasuhan Anak Generasi Alpha.” Jurnal Teologi Praktis 11, no. 2 (2023): 76–88.
Purnomo, H. “Egosentrisme Dan Kerapuhan Emosional Anak Generasi Alpha Akibat Pemanjaan Berlebih.” Jurnal Perkembangan Anak 9, no. 2 (2024): 112–26.
Putri, A D, and E Kristanto. “Hubungan Antara Pola Asuh Permisif Dengan Kecemasan Sosial Pada Anak.” Jurnal Psikologi Klinis 10, no. 4 (2021): 301–15.
Rantung, J, and L Tambunan. “Mengajarkan Manajemen Kekecewaan Pada Anak Melalui Konseling Keluarga Kristen.” Jurnal Bimbingan Dan Konseling 6, no. 2 (2023): 154–67.
Saputra, D. “Membangun Ketahanan Mental Anak Kristen Menghadapi Disrupsi Zaman.” Jurnal Edukasi Kristen 14, no. 1 (2023): 45–58.
Sari, E. E. P., & Candra, T. P. (2024). Menakar Batas Bakti dan Tanggung Jawab pada Fenomena Sandwich Generation dalam Perspektif Etika Kristen. Journal of Digital Innovation and Social Research, 3(2).
Siahaan, C, and R Pardede. “Komunikasi Terapeutik Orang Tua Dalam Penegakan Disiplin Anak.” Jurnal Komunikasi Keluarga 8, no. 2 (2024): 98–111.
Simanjuntak, M. “Struktur Aturan Keluarga Sebagai Prediktor Rasa Aman Pada Anak Kristen.” Jurnal Pastoral Dan Konseling 4, no. 1 (2022): 23–37.
Siregar, F. “Kontrol Orang Tua Dan Tingkat Kecanduan Internet Pada Anak Di Perkotaan.” Jurnal Kebijakan Sosial 12, no. 3 (2023): 180–95.
Sitorus, K. “Dampak Isolasi Digital Terhadap Kehangatan Interaksi Keluarga Kristen.” Jurnal Sosiologi Agama 16, no. 2 (2022): 104–18.
Situmorang, J. “Menyeimbangkan Kasih Karunia Dan Keadilan Dalam Pendidikan Anak Secara Kristiani.” Jurnal Pendidikan Kristen 3, no. 2 (2021): 67–80.
Sutoyo, A, and I Gunawan. “Culture Shock Akademis: Dampak Pengasuhan Permisif Saat Anak Memasuki Lingkungan Sekolah Formal.” Jurnal Ilmu Pendidikan 29, no. 1 (2022): 54–66.
Tari, E, and N Gulo. “Integrasi Grace Dan Truth Dalam Model Pengasuhan Kristen Abad 21.” Jurnal Teologi Dan Pendidikan Karakter 5, no. 1 (2023): 15–28.
Triposa, R, D Upe, and S Sarah. “Analisis Teologis-Psikologis Terhadap Pola Asuh Permisif Orang Tua Kristen Di Era Disrupsi Digital.” Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani 5, no. 2 (2021): 115–28.
Widianto, E. “Pentingnya Mengajarkan Penundaan Kepuasan (Delayed Gratification) Pada Anak Digital Native.” Jurnal Psikologi Anak 8, no. 3 (2022): 202–15.
Zaluchu, Sonny Eli. “Karakteristik Psikologis Generasi Alpha Dan Tantangan Pelayanan Anak.” Jurnal Teologi Dan Misi 13, no. 1 (2024): 1–14.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Widhi Arief Nugroho (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.
Articles published in Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen are licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). This license permits anyone to copy, redistribute, remix, transmit, and adapt the work, provided the original work and source are appropriately cited.
Jurnal ini menyediakan akses terbuka langsung ke kontennya dengan prinsip bahwa membuat penelitian tersedia secara gratis untuk publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar.
Artikel yang diterbitkan di Jurnal Therapeuo Teologi dan Pendidikan Kristen dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0). Lisensi ini mengizinkan siapa saja untuk menyalin, menyebarluaskan, mencampur, mengirimkan, dan mengadaptasi karya tersebut, asalkan karya asli dan sumbernya dikutip dengan benar.





