Analisis Bantuan Jemaat Di Yerusalem Berdasarkan 1 Korintus 16 :1-4
Kata Kunci:
jemaat Yerusalem, 1 Korintus 16:1–4, diakonia, solidaritas Kristen, gereja mula-mulaAbstrak
Artikel ini menganalisis praktik bantuan bagi jemaat di Yerusalem berdasarkan 1 Korintus 16:1–4 dengan menempatkannya dalam konteks historis, teologis, dan eklesiologis gereja mula-mula. Jemaat Yerusalem, sebagai gereja pertama yang lahir pada peristiwa Pentakosta, menghadapi tekanan berat berupa penganiayaan, ketercerai-beraian, serta krisis ekonomi akibat kelaparan pada masa pemerintahan Kaisar Klaudius. Dalam konteks tersebut, rasul Paulus mengorganisasi pengumpulan dana dari jemaat-jemaat non-Yahudi sebagai wujud persekutuan Injil dan kesatuan tubuh Kristus.
Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dan studi pustaka, penelitian ini melakukan eksegesis atas 1 Korintus 16:1–4 untuk menyingkap prinsip-prinsip teologis yang mendasari praktik diakonia Paulus, yakni keteraturan dalam memberi, tanggung jawab pribadi, integritas, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Analisis ini menunjukkan bahwa bantuan bagi jemaat Yerusalem bukan sekadar tindakan filantropi, melainkan ekspresi iman, tanggapan syukur atas berkat rohani, serta perwujudan solidaritas lintas etnis dan geografis. Dengan demikian, teks ini memberikan kerangka normatif bagi gereja sepanjang zaman untuk menghidupi pelayanan diakonia sebagai bagian integral dari ibadah, kesaksian Injil, dan partisipasi dalam misi Allah di dunia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Ferry Nur Saryadi, Martinus Loghe Bondi (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Pengguna bebas untuk menyalin, mengubah, atau mendistribusikan ulang materi ini dalam media atau format apa pun, selama mencantumkan nama penulis dan sumber asli, serta mendistribusikan karya turunan di bawah lisensi yang sama.

